Artis Sekaligus Model Berinisial TA Terlibat Terlibat Prostitusi Online

  • Whatsapp
Artis dan model berinisial TA ini terlibat prostitusi online. Di persidangan terungkap alasan TA terjun ke dunia gelap prostitusi.
banner 300x250

Havana88 –  Artis dan model berinisial TA ini terlibat prostitusi online. Di persidangan terungkap alasan TA terjun ke dunia gelap prostitusi. Apa alasannya?
Dalam persidangan kasus tersebut, TA dihadirkan. Berdasarkan keterangannya yang terekam dalam dokumen putusan yang diunggah di situs Mahkamah Agung (MA), diketahui alasan TA terlibat dalam prostitusi online.

“Bahwa motivasi saksi melakukan perbuatan itu adalah demi uang, karena menerima uang dari bermain sinetron setiap 2 bulan sekali sehingga untuk membayar asistennya saksi melakukan perbuatan tersebut,” kata hakim sebagaimana tercantum dalam lampiran putusan. dilihat detikcom, Rabu (21/7/2021).

Read More

Sidang juga mengungkap ketika artis TA terlibat dalam prostitusi online. TA diketahui terlibat dalam prostitusi online sejak 2017 lalu.

“Bahwa saksi ditangkap karena terlibat prostitusi online sejak 2017. Tahun 2017 saksi hanya menerima tujuh perintah,” katanya.

TA dikatakan terhenti selama satu tahun atau pada 2018-2019. Dia tidak menerima pesanan karena dia memiliki kekasih.

Baru pada awal tahun 2020 TA kembali menerima pesanan prostitusi online. Sejak awal tahun hingga diamankan pada akhir tahun 2020, TA telah menerima 5 pesanan.

TA juga mengaku terlibat prostitusi online karena ditawarkan temannya kepada tamu. Dia mengaku tidak pernah menawarkan diri.

Sekadar diketahui, kasus prostitusi ini terungkap setelah polisi menangkap artis TA. TA diamankan polisi saat berada di sebuah hotel di kawasan Bandung, Kamis (17/12). Ia diduga terlibat dalam prostitusi.

Kasus ini telah diputuskan di pengadilan. Keempat pelaku yang terlibat dalam praktik tersebut divonis 6 bulan hingga 10 bulan penjara.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan keempatnya dinyatakan bersalah menurut Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

“Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak telah membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang isinya melanggar kesusilaan,” kata hakim dalam putusannya.

Dalam putusannya, hakim memvonis keempat terdakwa antara lain AH dan RJ dengan hukuman 6 bulan penjara. Sedangkan MR dan VD divonis 10 bulan penjara. Keempatnya juga didenda Rp. 50 juta, subsidi satu bulan penjara.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250