Anis Matta: Poros Partai Islam di Pilpres 2024 akan Memperlebar Politik Identitas

  • Whatsapp
Anis Matta Poros Partai Islam di Pilpres 2024 akan Memperlebar Politik Identitas
banner 300x250

Havana88Politik, Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta berpendapat pembentukan poros partai Islam pada Pilpres 2024 hanya akan memperlebar pembelahan atau polarisasi politik identitas di masyarakat pasca Pilpres 2019.

Anis Matta sendiri menolak ide koalisi partai poros Islam. Dia menilai, ada persoalan yang jauh lebih signifikan daripada sekadar ide poros Islam.

Read More

Menurutnya, ide itu hanya akan memperdalam pembelahan yang saat ini sedang terjadi di masyarakat.

Anis melihat saat ini sedang dalam krisis sistemik yang terjadi secara global dan nasional. Krisis ini mengakibatkan keterbelahan di masyarakat.

Elite politik dari kelompok Islam (kanan), tengah maupun kiri sedang bingung menghadapi krisis ini.

Dalam siaran persnya, Anis Matta mengungkapkan, di Indonesia sedang mengalami pembelahan, dan menurutnya pembelahan ini satu fenomena, dimana elite kita sedang mengalami kebingungan akibat krisis sistemik tersebut.

Ia merasa krisis sistemik dan krisis leadership berasa pada kelompok Islam, kelompok tengah dan kelompok kiri.

Pembentukan poros Islam bukan sebuah solusi untuk masalah ini, karena bukan menyatukan. Tetapi, justru akan membuat kelompok-kelompok kecil di masyarakat.

Cendekiawan Muslim Prof Azyumardi Azra, menambahkan, koalisi berbasis Islam atau Pancasila peluangnya untuk bisa menang di Pemilu itu tergantung kemampuan menangkap atau mengkapitalisasi masalah-masalah di masyarakat.

Terjadi Konflik Internal Pada Partai Islam

Sementara itu, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas mengatakan, gambaran opini publik saat ini memang masih belum percaya dengan argumen yang diusung partai-partai berbasis massa Islam.

Hal itu, kata Sirojudin tidak serta merta memunculkan alternatif fundamental bagi struktur kepartaian di Indonesia. Tahun 1999, ada 4 partai berbasis massa Islam: PKB, PAN, PK, PPP.

Dalam kesempatan yang sama, pengamat Politik Global Prof Imron Cotan menyampaikan, kalau Partai Politik beraspirasi Islam dan Kebangsaan tidak memanfaatkan krisis yang sedang berlangsung saat ini yaitu krisis kesehatan dan ekonomi baik regional dan global, serta tidak mampu mengusung pemimpin yang bisa memajukan umat Islam Indonesia, maka pembentukan poros Islam akan gagal.

Dia mengaku hingga kini belum melihat ada pemimpin alternatif yang bisa diusung berdasarkan aspirasi dari pandangan Keislaman.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250