5 Warga Bantul Positif Usai Bantu Pemakaman Jenazah Covid-19

  • Whatsapp
5 Warga Bantul Positif Usai Bantu Pemakaman Jenazah Covid-19
banner 300x250

Havana88 – Lima warga Desa Mayongan, Cagunan, Trimurti, Srandakan, Bantul, DIY dinyatakan positif virus Corona usai membantu prosesi pemakaman pasien Covid-19 tanpa menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, ada 20 orang lainnya yang masih menunggu hasil tes polymerase chain reaction (PCR). Puluhan orang tersebut pada sebelumnya ikut dalam proses pemakaman karena tidak mengetahui status jenazah terkonfirmasi Covid-19.

Read More

Ketua RT 114, Fajar Zainuddin mengatakan, kejadian bermula ketika anggota keluarga pasien tidak buka-bukaan soal penyebab meninggalnya almarhum. Pasien sendiri meninggal pada 23 Mei 2021.

“Almarhum dipastikan mengidap Covid-19 lima hari setelah dinyatakan meninggal dunia,” kata Fajar di Mayongan, Jumat (4/6).

Fajar melanjutkan, meski hasil swab PCR belum keluar saat pasien meninggal dunia, pihak RSUD Dr Sardjito yang menanganinya menjelaskan jenazah tersebut merupakan pasien suspek Covid-19.

“Namun, pihak keluarga tidak terima karena belum keluar hasilnya. Kemudian mereka dibawa pulang dan berinisiatif menggunakan ambulans sendiri,” jelasnya.

Fajar menuturkan, saat ditanyai, pihak keluarga tidak berterus terang kepada dirinya maupun tetangga terkait penyebab meninggalnya pasien tersebut. Karena itu, diputuskan pemakaman dilakukan tanpa menyesuaikan prosedur, Senin (24/6).

Fajar mengungkapkan, setelah keluar dari rumah sakit, jenazah dimandikan dan dimakamkan seperti biasa. Tidak dimasukkan ke dalam peti tetapi masih dibungkus plastik. Fajar mengatakan, dirinya dan warga baru mengetahui status jenazah saat hasil PCR keluar pada 28 Mei 2021.

Ia menuturkan apabila ada kabar bahwa pihaknya tolak pemakaman dengan prosedur, itu tidak benar.

Tes PCR sendiri, menurut Fajar, menargetkan total 28 orang yang terlibat dalam prosesi memandikan dan mengubur jenazah. Pemeriksaan dilakukan dalam empat gelombang.

Fajar juga menambahkan bahwa pada gelombang pertama ada delapan orang yang sudah dilakukan swab PCR. Kemudian pada gelombang kedua ada satu orang, kemudian gelombang ketiga ada enam orang. Sedangkan gelombang keempat terakhir ada 13 orang. Semua sudah menjalani swab.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Srandakan, Budi Setyowati mengatakan, dari rangkaian pemeriksaan tersebut, sudah ditemukan lima orang dengan status terkonfirmasi Covid-19. Mereka adalah bagian dari angkatan pertama peserta tes.

“Dari hasil swab yang muncul pada gelombang pertama, lima di antaranya positif dan tiga sisanya negatif. Warga yang positif sudah dikarantina,” katanya di Mayongan.

Kejadian di Mayongan hampir mirip dengan yang terjadi di Dusun Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul. Dimana pada 1 Juni 2021 kemarin juga ada jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan tanpa prosedur.

Namun, saat itu diduga peristiwa tersebut akibat provokasi warga yang meminta jenazah dimakamkan secara adat dan sesuai syariat Islam. Pasca kejadian ini, 25 orang akan menjalani tes PCR, Sabtu (5/6) besok.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250