21 ABK Terombang-ambing 4 Bulan di Laut Timor Leste, Begini Kronologinya!

  • Whatsapp
21 ABK Terombang-ambing 4 Bulan di Laut Timor Leste, Begini Kronologinya!
banner 300x250

Havana88 – Sebanyak 21 anak buah kapal (ABK) Motor Tanker Ocean Star mengapung di perairan Timor Leste selama kurang lebih empat bulan. Mereka semua adalah warga negara Indonesia.

Video viral anggota kru yang meminta bantuan karena perahu motor yang mereka tumpangi kehabisan bensin, dan mesin mati di tengah laut.

Read More

Badan Keamanan Laut (Bakamla) juga mengerahkan kapal KN Ular Laut-405 di Tual, dan KN Kuda Laut-403 di Ambon untuk menyelamatkan awak kapal. Kabag Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita membenarkan, saat ini 21 awak kapal telah dievakuasi. Mereka juga telah ditangani oleh KBRI Timor Leste.

“Sudah ditangani. Kami sudah mendapat bantuan dari KBRI untuk sementara waktu,” kata Wisnu, Jumat (18/6).

Berdasarkan informasi dari ABK, kapal tersebut tiba di Dili pada 3 April. Mereka datang untuk mendukung operasi migas di Timor Leste. Armada yang mereka tumpangi adalah kapal sewaan. Saat meminta bantuan, kapal juga dalam keadaan mati mesin dan mati listrik. Hanya generator penerangan yang bisa dinyalakan.

Status bahan bakar minyak saat itu adalah 0 persen. Hal ini menyebabkan pompa tidak dapat berfungsi untuk mengatasi kebocoran yang terjadi pada salah satu ruangan. Meski sudah dievakuasi, kondisi ABK belum sepenuhnya membaik. Mereka belum bisa dibawa ke daratan dan kembali ke rumah masing-masing.

“Saat ini mereka masih berada di perairan Timor Leste,” kata Wisnu.

Salah satu istri ABK mengatakan, suaminya yang terjebak di kapal belum menerima pembayaran dari perusahaan yang menyewa jasanya. Padahal, kata Nurliah, istri awak kapal, dia mengatakan suami dan awak kapal lainnya terabaikan padahal mereka hanya bisa makan mie instan. Itu pun, katanya, setelah mendapat bantuan dari KBRI Timor Leste.

“Kondisi terakhir hanya konsumsi Indomie, itupun bantuan KBRI bukan dari perusahaan. Kemudian stok BBM juga tidak lagi dipasok,” ujarnya.

Meski begitu, Nurliah mendapat kabar baik dari suaminya bahwa perusahaan telah mengirimkan stok bahan makanan dan bahan bakar.

Nurliah berharap kapal yang ditumpangi suaminya bisa berlayar kembali dan pulang dengan gaji yang sesuai dengan kesepakatan kontrak kerja. Insiden awak kapal yang ditelantarkan selama empat bulan menjadi viral setelah seorang awak mengunggah video meminta bantuan melalui media sosial. Kondisi kapal dan awaknya dikatakan sangat memprihatinkan.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250